Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-10-25 | Waktu : 23:51:37
Dekan FEBI pada Kongres VI Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI)

Medan (FEBI UIN SU)

Dekan FEBI UIN SU Dr. Andri Soemitra menghadiri undangan  kongres VI - Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) di Universitas Airlangga (Unair) , Surabaya . Unair menjadi tuan rumah kongres VI - Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) bertajuk 'Mewujudkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang Inovatif untuk Menghadapi Era Disrupsi', di Sheraton Hotel, Jalan Embong Malang, Surabaya. , Kamis (25/10/2018).

Hadir Gubernur Jatim Soekarwo mengusulkan agar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membuat kurikulum baru tentang enterpreneurship atau kewirausahaan. Langkah ini penting dilakukan agar para mahasiswa ekonomi bisa menjadi petarung dan siap bersaing, sehingga tidak hanya menjadi pasar di negara sendiri. Salah satu caranya yakni dengan membuat inkubator-inkubator dan tempat praktiknya tidak hanya di laboratorium, tapi bisa ketemu langsung dengan konsumen.

Dekan FEBI UIN SU Dr. Andri Soemitra menyampaikan bahwa FEBI UIN SU siap menjawab tantangan  Revolusi Industri 4,0 dan melahirkan tenaga sumber daya manusia yang handal , berdaya saing diera globalisasi.

Dekan FEBI Dr. Andri Soemitra menambahkan bahwa kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas, sehingga Perguruan Tinggi wajib dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

Dalam menciptakan sumber daya yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi, diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, analisis big data dan komputerisasi. Perguruan tinggi yang menyediakan infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi, seperti yang banyak bermunculan di Indonesia saat ini, ujar Dr. Andri Soemitra

Dekan FEB Unair, Dian Agustia, mengatakan agenda utama dari Kongres VI AFEBI kali ini adalah untuk menyusun kurikulum FEB Perguruan Tinggi anggota AFEBI dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0. "Dengan adanya revolusi Industri 4.0 menyebabkan semuanya berubah, termasuk dalam dunia bisnis yang menyebabkan banyak perusahaan tenggelam karena tidak mampu mengantisipasi tantangan dalam perubahan tersebut.

Kongres AFEBI ke VI kali ini diikuti 320 peserta dari 72 perguruan tinggi negeri anggota AFEBI. Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) yang adalah organisasi kumpulan penyelenggara pendidikan dibidang Ilmu Akuntasi, Ekonomi, Manajemen dan Bisnis menyadari akan hak dan kewajibanya untuk berperan serta aktif dalam berbagai kegiatan demi menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Pendidikan Tinggi dibidang Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Manajemen dan Binis merupakan suatu proses yang penting dilakukan secara terstruktur dan bertanggungjawab untuk menghasilkan lulusan yang mampu merespon kebutuhan masyarakat baik secara lokal, nasional, international maupun global. Untuk itu institusi penyelenggara program pendidikan tinggi di bidang Ilmu Akuntasi, Ekonomi, Manajemen dan Bisnis memerlukan keselarasan, kesinambungan, dan keteraturan dalam berbagai upaya peningkatan serta pendayagunaan berbagai sumber agar berdaya guna dan berhasil guna serta dapat memberikan dampak dan manfaat yang sebesar besarnya bagi kepentingan masyarakat. Bahwa untuk mencapai keinginan tersebut, maka secara reguler telah dilaksanakan kongres tahunan di beberapa Fakultas/Universitas/PTN yang ada di Indonesia dengan nama atau istilah Forum Dekan Tahunan. Istilah Kongres AFEBI baru digunakan sejak Tahun 2013 sebagai pengganti nama Forum Dekan Tahunan. (snj)