Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-11-02 | Waktu : 21:14:20
2nd ICIFEB 2018 UIN Jakarta

Medan (FEBI UIN SU)

Dekan FEBI Dr. Andri Soemitra  menghadiri kegiatan 2nd ICIFEB 2018 UIN Jakarta, 29/10/2018. Kegiatan ICIFEB ke-2 (Konferensi Internasional tentang Keuangan Islam, Ekonomi, dan Bisnis) adalah forum bagi para peneliti untuk membahas isu-isu kontemporer yang terkait dengan keuangan Islam, ekonomi dan bisnis. Forum ini diadakan setiap tahun, dan ICIFEB kedua secara khusus fokus pada tema Perbankan dan Keuangan Islam di Era revolusi digital digital.  Tujuan dari ICIFEB ke-2 adalah untuk: 1. Menyediakan forum untuk akademisi tentang ekonomi dan keuangan Islam untuk membahas isu-isu terkini yang terkait dengan ekonomi dan keuangan Islam, 2. Menyediakan sebuah forum bagi para akademisi untuk mempublikasikan karya ilmiah International dan jurnal-jurnal terkemuka nasional.

Hadir Prof. Bambang Brodjonegoro: keynote 2nd ICIFEB 2018 UIN Jakarta: Islamic Economic mazhab Timur Tengah lebih berorientasi pada pengelolaan kekayaan minyak. Islamic Economic mazhab Malaysia lebih berorientasi pada sektor lembaga keuangan. Islamic Economic di Indonesia mestinya lebih berorientasi pada ekonomi kesejahteraan dgn indikator kemiskinan mendekati 0, ketimpangan ekonomi semakin rendah. Perbanyak instrumen ekonomi Islam yang dapat digunakan sebagai alat mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan keuangan syariah 27% di tahun 2017 (lebih tinggi dibandingkan konvensional). Tapi total aset keuangan syariah bank 5,8%, di total dgn LKBB masih di angka 8,5%. Perbankan syariah skala bisnis nya masih kecil. Inkkusi keuangan masih jadi masalah nasional. Inklusi keuangan semakin tinggi akan menurunkan kemiskinan. Target meningkatkan Inklusi keuangan syariah. Mengurangi cost dgn tek-fin (memanfaatkan handphone masyarakat). Inilah bank masa depan. Memanfaatkan teknologi untuk mengentaskan kemiskinan. Tinjau kembali manfaat ekonomi dan keuangan Islam untuk pembangunan nasional. Banyak perbankan syariah masih beroperasi untuk menjaga kelangsungan hidup (survive) ketimbang menjalankan misi pengentasan kemiskinan. Bank syariah masih menghindari pengajuan pinjaman berkualitas rendah. Pengajuan kredit ke bank syariah akhirnya menjadi rendah. Sepantasnya perbankan syariah harus menyokong kegiatan sektor riil yg antara lain punya underlying transaction dan memenuhi bisnis sesuai kriteria syariah (halal industry). Realitas dalam konteks produk halal adalah Net Importir (konsumen produk luar). Lembaga keuangan syariah semestinya mampu menjadi penyokong agar industri halal Indonesia bisa jadi Pusat Halal Global.